Beranda » Floor Hardener » Jasa Trowel Floor Hardener Jakarta

Jasa Trowel Floor Hardener Jakarta

Kode: JKT Stok: Tersedia
Berat 300 gram
Kondisi Baru
Kategori Floor Hardener, Jakarta, Jasa Trowel Beton
Dilihat 834 kali
Diskusi Belum ada komentar
Bagikan
Rp 12.000
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Jasa Trowel Floor Hardener Jakarta
Rp 12.000
Tersedia / JKT
Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Detail Produk Jasa Trowel Floor Hardener Jakarta

Jasa Trowel Floor Hardener Jakarta

Jasa Trowel Floor Hardener Jakarta

Di Jakarta kami menerima pekerjaan Jasa Trowel Floor Hardener Jakarta terbaik untuk keperluan penghalusan lantai gudang, rumah, gedung kantor, lapangan futsal dan lain sebagainya. Wilayah kami meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Selatan dan sekitarnya.

Hubungi marketing kami untuk info jasa trowel floor hardener area Jakarta. Namun ketahu terlebih dahulu tentang harga dan detil pekerjaan ini.

Harga Jasa Trowel Floor Hardener Jakarta Terbaru

Jasa  PekerjaanMaterialHarga/m2
Finish Trowel JakartanonRp. 12.000
Jasa Finish Trowel + Material Floor Hardener JakartaFaricon (natural)Rp. 25.000
3 kg/m2 (Terpasang)
Jasa Finish Trowel + Material Floor Hardener JakartaFaricon (natural)Rp. 30.000
5 kg/m2 (Terpasang)
Jasa Finish Trowel + Material Floor Hardener JakartaFaricon (warna)Rp. 40.000
5 kg/m2 (Terpasang)
Jasa Finish Trowel + Material Floor Hardener JakartaSika Chadpur (natural)Rp. 27.000
3 kg/m2 (Terpasang)
Jasa Finish Trowel + Material Floor Hardener JakartaSika Chadpur (natural)Rp. 35.000
3 kg/m2 (Terpasang)

Penawaran Jasa Trowel Floor Hardener Jakarta di atas sewaktu-waktu dapat berubah, untuk mendapatkan harga terbaik silakan hubungi kontak kami.

Floor Hardener

Floor Hardener berasal dari kata “Floor” yang berarti “lantai” dan “Hardener” yang berarti “penguat / pengeras / pengaku”. Jadi Floor Hardener adalah suatu bentuk material yang terdiri dari campuran semen dan material lain yang membentuk menjadi satu yang berfungsi untuk meningkatkan abrasitas dari permukaan lantai.

Selain itu Floor Hardener juga dapat digunakan untuk menghindari permukaan lantai dari debu atau kotoran yang berterbangan karena permukaan lantai yang menggunakan Floor Hardener memiliki pori-pori yang lebih kecil daripada lantai yang menggunakan cor beton biasa.

Sistem ini banyak diterapkan pada bangunan industri yang menampung beban yang cukup besar dan gesekan yang tinggi dari alat-alat berat. Bangunan-bangunan yang banyak menggunakan Floor Hardener antara lain seperti pabrik-pabrik, pergudangan, pelabuhan, tempat parkir, garasi, dan area-area yang membutuhkan lalu lintas ringan, menengah, dan berat.

Berdasarkan campuran materialnya, Floor Hardener dibedakan menjadi dua macam, yaitu Floor Hardener Natural / Non Metallic dan Floor Hardener Metallic.

 

 

1. Natural

Floor hardener ini merupakan campuran dari material semen dan pasir silika. Bisa pula dibuat dari campuran semen dengan agregat emery. Semua membentuk material pengeras lantai. Aplikasinya membuat lantai menjadi tahan gores maupun gesekan. Karena harganya murah, maka jenis natural adalah yang paling sering dipakai di Indonesia.

2. Metallic

Untuk bahan pembuatnya meliputi semen dan serbuk besi. Peran utamanya adalah mengeraskan lantai sehingga mampu menahan beban yang lebih berat di bandingkan floor hardener yang natural. Ketika diterapkan, aplikasinya hanya berkisar 1-3 mm saja sudah bisa menghasilkan lantai yang lebih indah dan rata.

Kinerja Pekerjaan Jasa Trowel Floor Hardener Jakarta

Merupakan suatu proses yang terjadi pada permukaan lantai yang menggunakan Floor Hardener dimulai dari sesaat setelah pengerjaan sampai batas waktu yang ditentukan. Maksudnya adalah dengan melihat hasil dari Floor Hardener terhadap permukaan lantai baik dari yang baru selesai dikerjakan maupun yang telah dikerjakan selama beberapa hari / bulan / tahun sebelumnya.

Dari hasil pengamatan tersebut akan dapat dilihat tipe Floor Hardener yang sesuai pada lantai bangunan serta dapat diamati pula pola retak yang sering terjadi pada lantai beton yang menggunakan Floor Hardener.

Kinerja tersebut dilihat dari berbagai sudut pandang berdasarkan fungsi bangunan, jenis Floor Hardener yang digunakan, tebal pelat lantai, mutu beton, dan dilatasi lantai yang digunakan.

Kemudian dari hasil pengamatan tersebut akan dibuat kesimpulan dan saran untuk mencegah terjadinya retak pada bangunan agar kedepannya dapat memberikan hasil yang maksimal.

Urutan Pekerjaan Aplikasi Jasa Trowel Floor Hardener Jakarta

  1. Pekerjaan persiapan lantai beton yang akan ditabur Floor Hardener, seperti meratakan permukaan lantai terlebih dahulu sebelum ditabur.
  2. Apabila sudah dalam keadaan setting, taburkan serbuk Floor Hardener secara merata ke seluruh permukaan lantai.
  3. Kemudian akan terjadi proses pemadatan antara beton dengan serbuk Floor Hardener.
  4. Setelah beton mulai sedikit mengeras, haluskan permukaan lantai dengan menggunakan mesin trowel.
  5. Tunggu proses pengeringan. Untuk mendapatkan kondisi kering sempurna membutuhkan waktu 28 hari.
  6. Melakukan perawatan pada Floor Hardener agar tidak menimbulkan retak. Selama proses perawatan hindari dari segala macam debu dan kotoran.

Material

Semen

Semen merupakan salah satu bahan perekat pada suatu bangunan terutama apabila dicampur dengan air maka semen akan menjadi suatu bahan pengikat yang baik. Dapat berfungsi sebagai pengisi rongga-rongga udara di antara butir-butir agregat pada suatu campuran sehingga dapat menghasilkan kekuatan yang baik.

Tipe semen yang sering dipakai dalam pembuatan material Floor Hardener adalah semen tipe I, yaitu tipe semen yang sering digunakan pada bangunan gedung secara umum.

Pasir Silika

Pasir Silika atau pasir kuarsa adalah salah satu material tambang yang mempunyai rumus kimia SiO2. Material ini banyak terdapat di daerah Tuban dan Bangka Belitung. Mempunyai ukuran butiran 0,3 mm – 0,8 mm, berat jenis 2,65 gr/cm3, titik lebur 1610oC dan bentuk kristal hexagonal.

Bahan ini merupakan agregat yang paling sering digunakan dalam Floor Hardener. Material ini mampu menaikkan kekuatan abrasitas beton dari 6,5 menjadi 7 (skala Mohs). Keuntungan lain menggunakan pasir silika adalah material ini mudah untuk didapatkan dan harganya relatif terjangkau.

Emery

Emery merupakan salah satu jenis batu yang sangat keras yang digunakan untuk membuat bubuk kasar. Material ini berwarna hitam atau abu-abu gelap dengan ukuran butiran 0,08 mm – 0,73 mm, berat jenis antara 3,5 – 3,8 gr/cm3 dan memiliki kekerasan 8 (skala Mohs).

Material ini dapat digunakan sebagai salah satu material dalam campuran Floor Hardener yang tingkat kekerasannya lebih tinggi. Apabila dibandingan dengan pasir silika dan dapat tahan terhadap basah. Material ini sulit untuk didapatkan dan harganya relatif mahal.

Pasir Besi / Serbuk Besi

Pasir besi memiliki ukuran butiran 0,2 mm – 2 mm, berat jenis 4,331 gr/cm3, kekerasan 9 (skala Mohs), dan banyak terdapat di daerah Tasikmalaya namun dalam pemanfaatannya masih belum optimal. Di Indonesia, pasir besi sampai saat ini sebagian besar masih terbatas hanya digunakan sebagai bahan tambahan pada pabrik semen.

Karena cepat menimbulkan karat, cara pengaplikasian dan perawatan yang rumit, serta harga yang relatif mahal membuat Floor Hardener Metallic sudah jarang digunakan lagi di Indonesia.

Pewarna Floor Hardener

Campuran pewarna untuk Floor Hardener berbentuk seperti serbuk dan berasal dari pigmen. Ada tiga macam warna umum untuk campuran Floor Hardener yaitu merah, hijau, dan abu-abu. Untuk Floor Hardener Natural mempunyai warna persis dengan warna beton itu sendiri.

Berdasarkan penelitian, penggunaan Floor Hardener warna dapat meningkatkan ketahan terhadap bahan kimia, namun tidak cocok terhadap asam, garam, dan juga tidak cocok pada tempat yang dingin atau mencair.

Material Tambahan

Ada beberapa Floor Hardener yang dibuat dengan menggunakan material tambahan khusus dengan kelebihan tersendiri dibandingkan Floor Hardener secara umum. Material tambahan tersebut antara lain seperti fly ash, ferro silicon, dan sodium nitrite. Fungsi fly ash disini sama seperti fungsi fly ash pada beton.

Sedangkan fungsi ferro silicon pada Floor Hardener Metallic adalah sebagai pelapis permukaan lantai dari goresan-goresan alat berat terutama yang mengandung besi. Fungsi sodium nitrite adalah sebagai Floor Hardener antistatic, yaitu untuk mencegah merambatnya aliran arus listrik dari permukaan lantai.

Abrasitas

Abrasitas merupakan tingkat ketahanan permukaan lantai terhadap goresan / gesekan. Tingkat abrasitas suatu lantai dapat diukur dengan alat ukur satuan Mohs. Semakin tinggi abrasitas suatu lantai, maka semakin tinggi pula ketahanan lantai terhadap gesekan / goresan dan semakin tinggi pula nilai Mohs yang dihasilkan.

Nilai Mohs berkisar antara 1 – 10, dimana nilai 1 merupakan suatu nilai yang memiliki ketahanan gesek yang paling kecil yang terdapat pada mineral Talc, dan nilai 10 merupakan suatu nilai yang memiliki ketahanan gesek yang paling besar yang terdapat pada mineral Diamond (Freeman, 2011).

Mengukur abrasitas dapat dilakukan dengan cara menyiapkan alat ukur Mohs. Alat ukur tersebut berbentuk seperti pensil dengan dua ujung seperti jarum dimana total terdapat 5 buah pensil dengan tiap ujung memiliki ukuran Mohs yang berbeda dari angka 1 – 10.

Cara mengukurnya dengan cara permukaan lantai digores dengan menggunakan pensil yang memiliki ujung nomor 10 terlebih dahulu kemudian menuju ke angka Mohs terkecil sampai tidak terlihat bekas goresan pada permukaan lantai.

Dilatasi

Dilatasi merupakan pembagian petak-petak yang dilakukan pada lantai beton untuk mencegah retak. Semakin kecil ukuran petak dilatasi pada lantai maka semakin kecil pula kemungkinan retak yang akan terjadi, dan sebaliknya.

Cara melakukan dilatasi pada lantai sangat sederhana, dimulai dengan mengukur terlebih dahulu ukuran petak-petak lantai yang akan dibuat sebagai dilatasi.

Kemudian setelah pengecoran lakukan proses pemotongan lantai sesuai dengan ukuran petak yang dikehendaki dengan perbandingan lebar potongan : kedalaman potongan adalah 2 : 1. Kemudian lubang pada lantai bekas potongan tersebut ditutup kembali dengan menggunakan backer rod dan sealant selebar potongan yang telah dilakukan.

Curing

Merupakan suatu proses untuk menjaga kelembaban beton setelah pengecoran (Nizar, 2011). Dengan menjaga kelembaban beton, lekatan antara semen dan agregat akan menjadi sangat bagus yang menjadikan beton berkualitas baik, kuat dan tahan lama. Sama seperti beton, dalam penerepan Floor Hardener juga perlu dilakukan proses curing.

Hal ini dikarenakan Floor Hardener menyatu dengan beton, sehingga apabila beton bermasalah maka akan mempengaruhi kualitas dari Floor Hardener itu sendiri. Proses curing merupakan salah satu proses yang sangat penting namun sering dilupakan oleh para praktisi di lapangan. Tanpa proses curing, beton dan Floor Hardener dapat mengalami retak.

 

Baca juga :

 

Tags: ,

Ditambahkan pada: 24 Oktober 2020
Produk Terkait
Diskusi Produk (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Head Office

CV. Indosarana Gemilang

Cikampek Baru 2 Kec. Jatisari Kab. Karawang
Blok 10.7 No. 10

Live Chat
Online Senin-Sabtu (08:00 – 22:00) WIB

Chat via Whatsapp
Rahmat
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Rahmat
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja